Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan
Dalam banyak literasi, akan ada milliaran cerita mengenai orang tua, tapi dalam kehidupan nyata, hanya ada satu kata : nagapoker88.
Pagi itu, ada yang tidak seperti biasanya. Beliau tidak mungkin lupa mengisi playlist lagu, lalu memutarnya dengan gegap gempita mengisi setiap ruang kantor. Ia pun tidak menggunakan seragam seperti kami, ia menggunakan kemeja yang ia pasti pilih dengan tergesa-gesa.
Ia diam, dan untuk pertama kali selama beliau datang kesini, ia nampak tidak pernah tidur (meskipun sebenarnya ia jarang melakukannya). Dari sana kami tau, beliau pasti tengah menghadapi hal besar. Ini pasti diluar kemampuannya. Ia, Tuhan yang maha baik telah memanggil sosok Ayah yang begitu mencintai Ibu dan anak-anaknya. Pagi itu, sungguh ia berjuang menahan sesuatu jatuh dari kedua matanya.
“kau tau? Saya tidak pernah bisa mengunjungi isi dalam dada dan kepalanya, dunianya begitu jauh untuk aku sentuh. Ia pergi dan menyisahkan banyak tanya. Terakhir kali, ia hanya meminta sepasang sepatu, lalu kami berencana untuk berlari sejauh yang kami bisa, tapi oh Tuhan!”
Sambil, mengimbangi diri, seperti biasa dengan kepulan asap nagapoker88, ia meluapkan kalimat itu terputus-putus. Lalu saya disana, tepat dihadapannya, membayangkan wajah Ayah saya sendiri. Bagaimana seorang anak menghadapi fakta “kehilangan seorang Ayah?” Mungkin inilah satu dari beberapa buah pertanyaan paling sulit untuk dihadapi. Saya memilih untuk diam dan tidak menggunakan satupun kosa kata.
Lalu, beliau pergi. Terbang ke udara. Dari bawah, Saya membayangkan mungkin itulah perjalanan pulang paling berat selama hidupnya sebagai seorang laki-laki.
Meski terhitung jarang berdoa, saya, dan seluruh isi kantor bahkan mungkin bunga, ikan, cahaya, yang telah ia rawat dengan baik turut berdoa untuk nagapoker88 yang membesarkan beliau dengan tegas. Semoga beliau pergi dengan tenang dan menyisahkan kenangan yang baik. Amin.
____
Dear : Sir Valentino,
Semoga lekas sembuh pak! Lekaslah kembali, sungguh!
Komentar
Posting Komentar